Karawang — Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) sukses menyelenggarakan Pra-Semirata Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat Bidang Ilmu Pertanian sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju Semirata 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi perguruan tinggi negeri untuk menyelaraskan arah riset, inovasi, dan pengembangan ilmu pertanian dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Pra-Semirata di UNSIKA dihadiri oleh delegasi perguruan tinggi negeri anggota BKS PTN Wilayah Barat Bidang Ilmu Pertanian. Forum ini berfokus pada penguatan kolaborasi riset lintas institusi, pemetaan isu strategis pertanian, serta perumusan agenda bersama yang akan dibawa dan dibahas pada pelaksanaan Semirata tingkat nasional.
Rektor UNSIKA menegaskan bahwa penunjukan UNSIKA sebagai tuan rumah merupakan kepercayaan sekaligus tanggung jawab akademik untuk mendorong lahirnya gagasan dan rekomendasi kebijakan berbasis riset. Menurutnya, Pra-Semirata bukan sekadar forum koordinatif, melainkan ruang konsolidasi keilmuan untuk merespons dinamika sektor pertanian yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, transformasi teknologi, hingga kebutuhan peningkatan produktivitas dan keberlanjutan.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Fakultas Pertanian UNSIKA. Dekan Fakultas Pertanian menekankan pentingnya forum ini sebagai sarana memperkuat jejaring antarperguruan tinggi, sekaligus memastikan bahwa hasil riset dan inovasi yang dikembangkan memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. UNSIKA, khususnya, mendorong agar isu-isu pertanian yang relevan dengan karakteristik wilayah—seperti pengembangan komoditas pangan strategis—mendapat perhatian dalam agenda riset bersama.
Dalam diskusi dan pemaparan yang berlangsung, peserta membahas berbagai topik prioritas, antara lain inovasi teknologi pertanian, penguatan riset terapan, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam pertanian, serta model kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan media. Forum ini juga menjadi wadah untuk menyelaraskan program penelitian antarperguruan tinggi agar lebih terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan nasional.
Selain itu, Pra-Semirata menjadi momentum bagi UNSIKA untuk memperkenalkan dan mendorong pengembangan riset unggulan, termasuk penelitian varietas tanaman pangan dan program inovasi pertanian yang tengah dikembangkan bersama mitra pemerintah daerah, industri, dan lembaga riset. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat posisi UNSIKA sebagai pusat pengembangan ilmu dan inovasi pertanian yang berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Melalui penyelenggaraan Pra-Semirata BKS PTN Wilayah Barat Bidang Ilmu Pertanian 2026, UNSIKA menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset kolaboratif, dan inovasi pertanian. Hasil pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan Semirata 2026 sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi negeri dalam mendukung pembangunan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.